Namanya Idaman Hati, profesinya dokter, lulusan dari sebuah fakultas kedokteran negeri di ibukota negara Indonesia. Kehidupan pribadinya sederhana, namun cita-citanya tak sederhana. Ia sudah menikah, dikaruniai seorang putri berumur 4 tahun.
Dr. Idaman menyukai kehidupan yang dinamis. Belajar dari satu tempat ke tempat lain. Mengenal dokter dan pelayanan kesehatan dari berbagai negara. Motto kerjanya: Bekerja dengan ilmu, menjadi sehat karena ilmu. Jadilah dr. Idaman selalu menekankan kepada pasiennya, terkadang ia tak memberikan pengobatan atau tindakan apapun kepada seorang pasien bukan semata-mata karena ia tidak tahu atau tidak mau atau tidak tidak yang lain, akan tetapi karena ia dia peduli, mencerdaskan masyarakatnya agar tahu bahwa terapi tanpa obat dan tindakan, atau bisa orang kita menyebut terapi alami atau terapi menunggu adalah merupakan bentuk terapi juga, pengobatan juga, dan tidak bertindak juga merupakan tindakan. Yang pasti pasien dr. Idaman tidak pulang tanpa membawa apa-apa. Pasiennya akan mendapat ilmu, karena dr. Idaman dengan senang hati akan menjelaskan mengapa ia memilih terapi tersebut.
Di luar pekerjaannya, dr. Idaman juga orang biasa seperti yang lain. Ia juga beberapa kali menjadi "pasien biasa", menjadi ibu rumah tangga, menjadi tukang cuci, menjadi tukang kebun, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan lain yang terkadang dirasa orang "kurang prestige" untuk seorang dokter melakukannya. Dr. Idaman sudah terbiasa dengan image pada dirinya. Ia hanya ingin menjadi sebaik-baik manusia, yang tak pernah menyusahkan orang lain namun ringan tangan membantu orang lain dan dirinya sendiri. Motto hidupnya: Sederhana di dunia, banyak menabung (amal) untuk masa depan (akhirat). Ya betul, dr. Idaman memang cukup religius. Ia tak pernah memisahkan nilai spiritual dalam setiap detik hidupnya.
Dr. Idaman di sisi lain sebagai pribadi yang dinamis, ia tak pernah lelah untuk belajar. Ilmu baginya adalah alat untuk mencapai bahagia. Oleh karena itu pula, ia akan selalu terlihat sibuk. Sibuk memperkaya dirinya dengan ilmu.
Sepertinya sudah cukup banyak uraian mengenai perkenalan dengan dr. Idaman. Ia selanjutnya akan mengisi blog ini, sebagai komitmen untuk dirinya, masyarakatnya dan profesinya. Berbagi dimanapun, kapanpun, dalam keadaan apapun. Itu yang selalu menjadi pesan cinta dr. Idaman kepada dirinya, temannya, saudaranya, koleganya dan masyarakatnya.
Selamat datang dr. Idaman.